Mirror of World : Episode 2 - Yurgen's Tale
Setelah Richard, Kiara, dan Wilde dikejutkan oleh kedatangan manusia yang mengenalkan dirinya bernama Yurgen ini, yang datang dari langit dengan mengendarai mobil rongsokannya. (baca episode satu di link ini) https://mirrorofworld1.blogspot.com/2020/06/mirror-of-world-episode-1-richard-and.html?m=1
Maka di episode ini, kekagetan mereka bertiga belum usai. Cerita berlanjut ketika Richard pulang ke rumahnya di daerah meadow land setelah bertemu dengan Yurgen dan juga masih dibuat bingung tentang apa yang terjadi. Ketika Richard sampai di depan pintu, ia kaget karena daun pintunya hilang "what?!!, ini daun pintunya kok gini ya? malah ilang gini? pinta Richard. Setelah hal ini, Richard memutuskan untuk membuka pintunya yang juga tidak dikunci, dan kekagetan ia tak berhenti sampai disini.
Ketika Richard masuk ke ruang makan, ia amat kaget karena terdapat chef yang bergerak lincah dan juga memasak sambil menari-nari, Richard berpaling dan berpikir-pikir ulang "mmm?", aku rasa ayah yang memesan koki karena ibu sedang dinas di luar, oh aku telpon ayah saja!" pinta Richard. Maka Richard menelepon ayahnya untuk memastikan apakah memang ayahnya memesankan ia seorang chef, "Halo?, ayah?" "Iya Richard, ada apa?" kamu baik-baik saja?" "ah iya ayah aku ok disini, sepertinya sih yah. Ah apa ayah mesanin aku chef!??" "Ei??, tentu tidak Richard, ayah sudah menyiapkan makanan kesukaanmu di depan televisi" "Apa?!!, Lah ini kok rumah ada koki yah?" "Wah gak tau lah ayah, eh btw coba lihat depan televisi itu ada makanan yang ayah siapkan untuk kamu" "Oh iya yah". Maka Richard pun ke televisi dan..... "Yah???, depan televisi kan?" "Iya nak" "eeeeeee???, anu yah makanannya dimakan astro" "apa?, wah ayah lupa gak kasih makan astro, maaf ya Richard" "Ah ya yah gak papa, ya udah yah makasih yah aku mau tanya chef nya nih darimana dia".
Makanan Richard yang disiapkan ayahnya ternyata dimakan duluan oleh Astro, anjing kesayangan keluarga Richard. Richard pun ke dapur, dan chefnya ternyata hilang. Saat Richard bingung, ia pun menoleh dan ia dikagetkan oleh Chef yang mengagetkannya dengan memasang muka serem. "Ei!, Kamu siapa sih? kamu chef apa, apa?" "tenang tuan, saya tak akan mengecewakan anda, segera duduklah dan makanlah hidangan dari saya".
Richard pun duduk dan memakan hidangan chef ini, dan ia terkejut karena rasanya enak sekali, pikir Richard dengan Chef yang menari-nari itu kayaknya gak meyakinkan tapi ternyata rasa masakannya boleh juga. Richard pun mulai melihati wajah chef ini karena sepertinya ia pernah melihat wajah orang ini di suatu tempat. Richard pun mengingat kembali dan ia langsung ingat kalau chef ini adalah Yurgen, manusia aneh yang muncul dari langit dengan mobil rongsoknya.
"tunggu, eh kau Yurgen kan!??" Begitu kata Richard. Yurgen pun membuka seragam chefnya dan mengakui kalau ia memang Yurgen. Richard pun cukup kaget namun ia senang karena Yurgen ternyata jago masak. "Kau Yurgen yang dari langit itu kan, btw masakmu enak loh aku suka. Makasih ya, dan maaf kalau pas aku ketemu kamu pertama kali sama Kiara dan Wilde, aku masih gak percaya kalau kamu orang baik". Yurgen pun menimpali "aaaAaaA, sebenarnya aku pesen makanan ini dari toko Reumix yang di tengah kota itu, mahal tapi enak kan?".
Ternyata Yurgen gak pinter memasak, karena ia cuma beli makanan aja. Yurgen pun melanjutkan cerita akan kenapa ia muncul dan menemui tiga sahabat ini. Yurgen mengatakan kepada Richard bahwa sebenarnya mereka bertiga adalah generasi dari SEVEN MAXIMUS yang masih hidup. Yurgen bilang bahwa Seven Maximus sendiri ialah 7 pendekar yang ditugaskan untuk melindungi pemimpin kota Vistimus bernama Raja Hollande. Yurgen mengatakan bahwa Raja Hollande memerintah dengan adil dan membuat stabil negaranya dengan kebijakannya yang pro rakyat, namun ia harus dikudeta dan dibunuh oleh pasukan dari Ratu Pandora, pesaing Hollande yang dendam kepadanya karena Pandora selalu kalah dalam pemilihan. Pandora memiliki banyak pasukan hingga berhasil membunuh 7 pendekar Seven Maximus itu sendiri, hingga Raja Hollande harus menyerahkan tahta pemimpin Vistimus kepada Ratu Pandora yang kejam dan diktator ini. Yurgen bilang ke Richard bahwa Kiara dan Wilde dan Richard sendiri sebagai keturunan Pendekar Seven Maximus-lah yang akan mengakhiri kekuasaan Ratu Pandora, dan Yurgen bilang kalau ia lama mencari dimana keturunan Seven Maximus yang tersisa dan akhirnya ia menemukan tiga sahabat ini.
Setelah Richard mendengar hal ini, maka ia pun bertanya pada Yurgen yakni apakah 7 pendekar Seven Maximus sudah terbunuh semua, Yurgen bilang bahwa mereka semua statusnya terbunuh, namun 1 mayat pendekar tidak pernah ditemukan sehingga Yurgen agaknya masih yakin kalau 1 pendekar itu ada yang selamat dan melarikan diri. Yurgen mengatakan juga bahwa 1 pendekar yang mayatnya tidak ditemukan ialah pendekar Seven Maximus bernama Ralph, yakni dari garis keturunan Richard. Yurgen juga mengatakan bahwa Ralph memiliki kemampuan unik untuk memindahkan jiwanya kedalam makhluk hidup lain.
"Oh ya satu lagi Richard, semua pendekar Seven Maximus memiliki kekuatan-kekuatan yang unik, namun aku bersyukur karena kau, Kiara, dan Wilde bisa aku temukan" begitu kata Yurgen. "Dan satu lagi Richard, nama pendekar dari garis keturanan Kiara ialah Naxomatomi, dan Pisto untuk garis keturunan dari Wilde" begitu kata Yurgen kepada Richard. Richard pun bertanya pada Yurgen "lalu apakah Kiara dan Wilde juga kau beritahu akan hal ini?" dan Yurgen pun bilang "Tentu saja ya". Dan gambar beralih dimana Yurgen menunjuk ke Tembok dan ditampilkan olehnya layar dimana Kiara mendengar lagu namun saluran berganti akan suara Yurgen, dan Wilde yang nonton televisi tapi chanelnya gambarnya Yurgen semua, Keduanya disugesti oleh Yurgen untuk mendengarkan setiap apa yang ia bicarakan dengan Richard sedari tadi. Dan layar pun selesai.
Lantas karena Richard turut marah akan kejahatan Ratu Pandora, maka ia pun bertanya kepada Yurgen untuk apakah mereka bertiga langsung bisa menuju negara Vistimus, namun Yurgen bilang begini kepada Richard "No, kita masih harus latihan dulu, dan mempelajari segala mantra serta beladiri, dimana aku yang akan membimbing kalian bertiga, lagipula kau payah sekali karena untuk masuk Vistimus kita butuh beberapa syarat yang akan sambil kita cari nantinya, Vistimus gak mudah dimasuki oleh kalian yang manusia biasa, walau kalian keturunan Seven Maximus tapi kalian juga perlu dibimbing".
Gambar lalu beralih kepada Vistimus, dimana Ratu Pandora dan tangan kanannya yakni Machless membicarakan mengenai ramalan bahwa akan ada 3 pemuda dari bumi yang akan meruntuhkan dominasi Pandora. Maka Ratu Pandora bertanya dengan menampilkan wajah intimidatif-nya kepada Machless, "Hei Machless, menurutmu bagaimana ramalan itu, ramalan mengenai kehancuranku oleh 3 pemuda" "Oh itu tidak mungkin yang mulia ratu, kau sosok terkuat di seluruh jagat raya dan mustahil kau dikalahkan, mustahil yang mulia" "HAHAHAHAAA, kau benar Machless!, aku memang digdaya, lagipula hanya 3 pemuda yang akan aku hadapi? ramalan yang sungguh payah!".
Lalu Pandora pun berganti menampilkan mimik bertanya-bertanya dimana ia merasa bahwa jasad dari Ralph, satu dari pendekar Seven Maximus yang tak pernah ditemukan membuat Pandora curiga bahwa Ralph masih hidup karena Ralph memiliki kekuatan untuk berpindah jiwa, dan Pandora menjadi siaga akan kebenaran ramalan itu.
"Machless!" "Ah iya yang mulia, saya disini untuk yang mulia ratu" "Machleeeeess!, Suruh Torpentene untuk turun ke bumi, dan suruh ia untuk mencari informasi mengenai 3 pemuda dalam ramalan itu!, No no nooo! gak akan ada yang bisa hancurin aku, karena aku Ratu Pandooooraaaa" "baik yang mulia ratu, saya laksanakan". Maka Machless pun mengutus Torpentene, untuk ke bumi untuk menyelidiki 3 pemuda yang dalam ramalan akan mengakhiri hegemoni dari Ratu Pandora. Torpentene sendiri memiliki kemampuan untuk berubah wujud menjadi burung nuri dan dalam wujud aslinya ia memiliki kemampuan untuk mengeluarkan pusaran angin.
Gambar pun beralih di bumi dimana Yurgen menginformasikan kepada mereka bertiga melalui Tongkat ajaibnya kepada 3 sahabat ini yakni untuk menyiapkan diri untuk latihan intensif dalam persiapan untuk menuju Vistimus. Dan dengan alat ajaibnya Yurgen yakni ia tiba-tiba memunculkan Kiara dan Wilde di rumah Richard melalui teleportasi melalui media kotak box besar, namun Yurgen lupa bahwa Kotak box dari Kiara adalah parfum sehingga Kiara sampai pingsan, sementara Wilde kotak boxnya berisi beton sehingga ia juga batuk-batuk dan pingsan, Yurgen pun menoleh ke Richard "Ah Richard?, mereka berdua belum tidur kan? ahh bukannya ini ide yang bagus?" "Ya Yurgen!, ide bagus dengan eksekusi buruk" "Ah! Makasih Richard, kesempatan dalam dana umum!" "Kesempatan dalam kesempitan?" "Ah iya Richard hahahahahah?, aaaaauououooo?".
Richard pun bertanya kepada Yurgen "jadi, kita akan kemana dulu?", Yurgen menjawab "Llorax, kota mati yang bersejarah". Richard pun bertanya lagi "Sebentar, aku kan besok sekolah dan pulang sore dan sore Kiara juga Wilde juga sorenya membantu pekerjaan rumah orang tua mereka, masak kita ke Llorax malamnya? gelap dong Yurgen?", Yurgen pun bilang ke Richard "tidak seperti itu, kalian dan aku hanya akan ke Llorax saat kalian tidur, Richard langsung menyahut "tidur??, kenapa begitu?" "Iya Richard, spesifiknya sih ya lewat mimpi gitu lah, oh ya maaf aku ada panggilan dari atas langit, aku harus membersihkan panti, sudah dulu ya! bye bye!. Dan Yurgen pun pergi dan seperti biasa menimbulkan jejak yang menjengkelkan setelah mobilnya yang onderdilnya copot semua, maka kali ini Yurgen memunculkan kepulan asap dari jejaknya. Richard pun langsung batuk, dan Yurgen hilang. Dan ajaibnya Kiara dan Wilde terbangun dan saling menoleh-noleh dan bilang ke Richard bahwa kenapa mereka bisa dirumah Richard, dan Richard bilang bahwa ini hanya mimpi.
Lantas bagaimana kelanjutannya? Mampukan Richard, Kiara dan Wilde menuntaskan bimbingan dari Yurgen? apakah Torpentene berhasil menemukan keberadaan Yurgen beserta ketiga pemuda ini? apa yang harus dilakukan oleh Richard, Kiara dan Wilde? Lalu seperti apakah Llorax, kota mati yang penuh sejarah itu?. Cerita kelanjutannya akan dilanjutkan di episode - 3.
Komentar
Posting Komentar